Kamis, 09 Februari 2012

Misteri Kematian Teman Sekelasku 7

Lharaz tampak sangat gelisah, sesekali ia menoleh ke kanan dan kekiri namun jalanan nampak sangat sepi. ia pun memutuskan untuk mencari taksi di tempat lain. ketika ia menoleh kebelakang ia melihat ada seseorang yang sedang membuntutinya tanpa pikir panjang lagi lharaz langsung berlari dan orang itu juga berlari mengejarnya. lharaz mulai ketakutan nafasnya mulai tersenggal senggal, saat memasuki lorong ia bersembunyi dan mulai mengatur nafasnya.
Orang misterius itu mulai tak terdengar lagi langkah kakinya, lharaz langsung melangkah keluar secara tiba tiba ada seseorang yg menyentuh punggungnya dan membuatnya terkejut.
"pak derry?" ujarnya dengan nada tidak yakin.
"kamu sedang apa disini? ini kan sudah larut malam"
"anu pak.. tadi ada orang aneh yang mengikuti saya" ujar lharaz dengan nafas tak beraturan.
pak derrypun mengintip dan beliau tidak melihat siapa siapa di jalan.
"yasudah kamu ikut bapak saja dulu takutnya orang itu masih berkeliaran di sekitar sini" ajaknya.
lharaz hanya mengangguk dan menuruti pak derry.
***

"ayo silahkan masuk" ujar pak derry ramah.
lharaz memasuki apartemen pak derry dengan malu malu.
"kamu duduk saja dulu saya mau ke kamar" ujarnya sambil berjalan memasuki kamar.
"wah gila mimpi apa gue semalem bisa masuk ke apartemennya pak derry" ujarnya dalam hati.
lharaz segera duduk di sofa dan mulai menenangkan dirinya yang sempat panik karna kejadian barusan, ketika ia menoleh ke belakang ia melihat jembatan tempat dinda bunuh diri tempo hari.
"kalo diliat dari sini jelas bgt ya" gumamnya pelan.
"ini silahkan di minum" ujar pak derry secara tiba tiba mengagetkan lharaz.
"i iya makasih pak jadi ngerepotin"
"memangnya tadi kamu habis dari mana?" tanya pak derry sembari duduk di sofa berhadapan dengan lharaz.
"habis dari rumahnya shofie pak.. tadi aku sama temen temen habis pulang sekolah ngejenguk dia di rumahnya" ujarnya sambil meneguk minuman yang di berikan pak derry.
"terus keadaannya sekarang bagaimana?"
"sudah agak membaik pak, mungkin besok dia sudah masuk lagi seperti biasa"
"oh syukur lah kalau begitu. oiya lharaz bapak tinggal ke dalam dulu ya sebentar" ujarnya sembari meninggalkan lharaz di ruang tamu sendirian.
***

"loe kenapa sih goy dari tadi diem aja? loe sakit?" tanya kak Lee sembari meletakan ponselnya.
"gue gpp kok sob. gue balik duluan ya.." ujarnya sembari meninggalkan kami.
"si agoy aneh bgt sih" ucap Iras.
"mungkin dia lagi ada urusan kali" tebak Alwin.
kami melanjutkan perbincangan tanpa agoy namun di tengah obrolan tiba tiba lampu rumahku mati.
"AAaaaaaaaaaaaaa" teriak anak perempuan bersamaan.
semua sibuk berteriak dan mencari pasangan masing masing.
"shofie.. kamu dimana?" tanya kak Lee dalam kegelapan.
"aku disini kak.. nih tangan siapa nih?" ujarku sambil meraba raba tangan yang ku sentuh "Kiki ya?" tebakku.
"bukan, aku ga ngerasa ada yang megang tangan aku" ujarnya.
aku terus meraba orang yang di sampingku namun tubuhnya dingin sekali seperti es.
"eh serius nih ini siapa?" tanyaku lagi.
namun tidak juga ada yang menjawab. aku meraih ponselku dan mulai menyinari tubuh orang yang ku sentuh itu. tetapi saat ku sinari dengan cahaya ponselku warna kulit orang itu pucat dan rambutnya berantakan. aku mulai merasakan feeling yang tidak enak ketika mendekati wajah tiba tiba lampu menyala kembali dan saat ku lihat ke samping orang itu sudah tidak ada. ku lihat kakak dan teman temanku berada di hadapanku. sepertinya tidak mungkin mereka yang di sampingku, lalu kalau bukan mereka siapa?
***

sudah 20 menit berlalu namun pak derry tak kunjung keluar dari dalam ruangan yang berada di apartemennya. lharaz mulai gelisah sesekali ia merinding dan merasa ada seseorang yang berdiri di belakangnya tetapi ia tak berani menoleh. bulu kuduknya semakin merinding dan ia mulai merasa menggigil karna dingin. saat lharaz sudah mulai ketakutan tiba tiba handphone-nya berdering dan seketika membuatnya sedikit agak tenang. ia pun meraih ponselnya dan membaca tulisan yang tertera di layar 'my beib' lharaz langsung buru buru mengangkatnya.
"haloo beb.." sapanya antusias.
"haloo kamu ada dimana? udah sampe?" tanya agoy dari ujung telpon.
"aku lagi di rumahnya pak derry nih.. aku takut beb tadi ada orang aneh yang ngikutin aku untung ada pak derry trus beliau ngajak aku kesini deh" ujar lharaz panjang lebar.
"yaudah aku kesana sekarang"
"emang kamu tau tempatnya dimana?"
"aku tau kok aku kan pernah belajar private di rumah pak derry sama temen temen"
"oh ok aku tunggu ya.. jangan lama lama" ujar lharaz sambil mematikan ponselnya.
KREEEEKKK...
terdengar suara pintu terbuka, lharaz langsung menoleh ke asal suara tersebut. namun tak ada seorangpun yang keluar dari sana. lharaz mulai memanggil pak derry tetapi tak ada sahutan.
beberapa menit kemudian.. tak sampai 10 menit agoy datang.
"kok cepet?" tanya lharaz dari depan pintu apartemen pak derry.
"hehe.. ngebut sedikit" ujar agoy cengengesan "pak derry mana?" tanya agoy sambil celingukan.
"ga tau tuh dari tadi ga keliatan" ujar lharaz sambil menggelengkan kepalanya.
"eh ada agoy.." ujar pak derry yang baru keluar dari ruangan apartemennya.
"selamat malam pak.. maaf mengganggu saya mau menjemput lharaz" ujar agoy menyalami tangan pak derry.
"oh iya silahkan.. hati hati ya di jalan, nah lharaz lain kali kalau hari sudah larut kamu jangan pulang sendirian lagi ya"
"i iya pak, kami permisi"
agoy dan lharaz pamit setelah itu pak derry kembali masuk ke dalam ruangannya.
***

Hari ini tak seperti biasanya aku bangun pagi pagi dengan penuh semangat. setelah aku menyiapkan semua keperluan sekolahku aku langsung bergegas ke kamar kak Lee untuk membangunkannya.
"kakak.. ayo bangun kak udah pagi" ujarku sambil menggoyangkan tubuh kak Lee.
"emmh.. hoaaamm.. udah pagi ya?" tanya kak Lee dengan wajah yang masih mengantuk "kamu tumben udah bangun Fie? biasanya kan kakak yang bangunin kamu" ujarnya lagi sembari bangkit dari tempat tidurnya.
"aku lagi pengen bangun pagi, hehe.. yaudah kakak mandi gih sana entar aku yang nyiapin sarapan pokoknya hari ini spesial" ujarku bersemangat.
"oke.. kakak mandi dulu ya"
kak Lee langsung berjalan mengambil handuknya dan memasuki kamar mandi.
***

"pagi sayang.. kangen aku ga ketemu kamu di sekolah seharian" sapa Kiki sambil memeluk tubuhku dari belakang.
"iih kamu.. malu tau di liatin sama yang lain" ujarku malu malu sambil melepaskan tangan Kiki dari tubuhku.
"yah.. loe berdua bikin gue iri ah" ujar kak Lee.
"hahaha.. makanya ajakin si Novi balikan sana" ujar Kiki sambil tertawa.
kami pun memasuki sekolah bersama sama, ketika sampai di tengah koridor kami bertiga berpisah dan memasuki kelas kami masing masing.
"jiah.. nih anak akhirnya masuk juga, gue pikir hari ini loe ga masuk lagi Fie" ujar fero yang langsung menghampiriku.
"bosen gue di rumah sendirian mending gue masuk sekolah ketemu kalian semua" ujarku sembari berbaur dengan teman temanku yang lain.
"emang loe udah sembuh bener Fie?" tanya widie yang sedang asyik memainkan ponselnya.
"udah kok" jawabku meyakinkan.
tak berapa lama bel masuk berbunyi.
KRIIIINNGGG...

"pagi anak anak" sapa Pak Derry hangat.
"pagi Pak" sapa anak anak bersamaan.
Pak Derry segera memulai pelajarannya namun ada yang tidak beres dengan pengelihatanku. aku melihat dinda berada di samping Pak Derry sambil memandangi beliau dengan penuh amarah. aku hanya diam membisu, ketika dinda menoleh ke arahku aku langsung segera memalingkan wajahku kesamping.
"ada apa shofie? apa ada masalah?" tanya pak derry kepadaku.
teman teman sekelasku langsung menoleh dan menatapku.
"hemm.. ga ada apa apa kok pak"
"baiklah, akan saya lanjutkan" ujar pak derry kembali menjelaskan materi pembelajaran kami.


Bersambung..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar